Masyarakat Barut Diminta Waspada Banjir

MUARA TEWEH- Intensitas curah hujan yang tinggi di Barito Utara dan Hulu Sungai Barito membuat sungai mulai menguap bahkan beberapa jalan desa sudah mulai digenani air.

Kecamatan Lahei Barat misalnya, ketinggian air mulai menggenangi akses jalan bahkan beberapa jembatan penghubung antar kecamatan terendam.

Camat Lahei Barat, Adi Suwarman membenarkan bahwa luapan banjir didaerahnya selain akibat intensitas hujan tinggi yang paling dominan adalah kiriman air Hulu Sungai Barito.

“Untuk rumah warga sementara ini belum ada yang terendam hanya jembatan penghubung desa dan kecamatan saja yang terendam air, “kata Adi Suwarman, Rabu (3/2)

Agus, warga Lahei Barat mengatakan untuk pengguna kendaraan roda dua yang mau bepergian ke ibu kota Muara Teweh maka harus menyiapkan uang saku lebih besar, pasalnya karena beberapa jembatan tergenang air maka harus menyeberang memakai lanting kecil buatan warga.

“Ada sekitar 7 (tujuh) jembatan yang tergenang air dengan biaya penyeberangan Rp. 10.000 per sepeda motor kalau kita mau ke Muara Teweh, ” kata Agus, Rabu (3/2).

Menanggapi hal tersebut kepala BPBD Barito Utara Gozali Montallat mengatakan agar sasyarakat harus berhati hati jangan sampai ada terjadi korban jiwa.

Bila memungkinkan pindah tempat tinggal dari daerah rawan banjir.

Untuk Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru tambah Gozali, saat ini akibat curah hujan tinggi ada sekitar 95 buah rumah yang terendam air, yakni Rt 6 sebanyak 35 rumah, Rt 4 sebanyak 40 rumah, Rt 2 sebanyak 15 dan Rt 2a sebanyak 5 rumah.

Kami sudah kirimkan speed boat (polytelene) dan mesin, nanti turun di Sungai Sikui untuk mengecek kondisi disana, pungkasnya.(Red)

91cdc3a3-6e36-4d88-b210-3b389aad2b2d

kabarbor

Artikel Terkait