Setubuhi Anak Dibawah Umur Hingga Hamil Dua Bulan, MR Dipolisikan

By kabarbor - June 7, 2022 |
Post View : 218
Views
5D6E7283-4D8E-4EFB-A2E0-CB3B473CA0AA

MUARA TEWEH – Lagi-lagi kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Barito Utara. Kali ini kembali lagi terjadi di wilayah Kecamatan Teweh Tengah.

Dimana korban disetubuhi oleh tersangka MR berulang-ulang kali di waktu yang berbeda hingga hamil dua bulan.

Kapolres Barito Utara melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Satiyo Budiarjo menerangkan bahwa pihaknya telah mengamankan tersangka MR.
Dimana penangkapan tersangka dilakukan di kantor Polres Barito Utara setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan, kemudian didapatkan bukti permulaan yang cukup tersangka diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Perlindungan Anak tersebut.

” Pada saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan,” jelas Kasat.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, mengakui bahwa tersangka memang ada melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap korban sebanyak berkali – kali (lebih dari satu kali). Dari akhir bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan November 2022.

“Tersangka melakukan persetubuhan atau cabul terhadap korban di sebuah Penginapan. Sedangkan dari bulan Februari 2022 sampai dengan bulan Mei 2022, tersangka melakukan persetubuhan atau cabul terhadap korban di pinggir jalan dekat salah satu sekolah menengah di Desa Peendreh,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 81 Ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) Jo 76E, Undang – Undang RI No.17 Thn 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1 Thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI N0.23 Thn 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dimana Pasal 81 Ayat (2) berbunyi :
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain dipidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Sementara Pasal 82 Ayat (1) Jo pasal 76E berbunyi setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dipidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).(RD)

91cdc3a3-6e36-4d88-b210-3b389aad2b2d

kabarbor

Artikel Terkait