Komisi III Beri Saran Ke Pemda Untuk Atasi Kesenjangan Sosial Di Kotim

By kabarbor - November 8, 2022 |
Post View : 208
Views
IMG-20221108-WA0017

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan daerah kota berkembang dari sisi ekonomi dan infrastruktur sejak beberapa tahun lalu bahkan fakta lapangan pembangunan infrastruktur juga terus ditingkatkan untuk mengurangi beban masyarakat terhadap kesenjangan.

Namun demikian daerah dengan moto Habaring-Burung itu sampai sejauh ini dinilai belum bisa lepas dari yang namanya Kesenjangan sosial. Dimana sampai saat ini perbedaan jarak ekonomi antara kelompok satu dengan yang lainnya masih terjadi.

“Perlu kita ketahui bersama Kesenjangan sosial juga disebut sebagai ketimpangan sosial. Kita bisa menjumpai kesenjangan sosial di lingkungan sekitar, misalnya gaya hidup antara keluarga ekonomi atas atau kaya dengan keluarga ekonomi bawah atau miskin, nah hal ini juga tidak hanya mengarah pada individual tetapi juga pengaruh dari pembangunan misalnya infrastruktur sebagai pendukung kemajuan suatu wilayah,” ungkap Dadang Siswanto Selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD setempat Selasa (08/11/2022).

Dalam konteks ini legislator PAN ini memberikan saran dan masukan kepada pemerintah daerah setempat agar kesenjangan sosial dan ekonomi ini bisa perlahan-lahan menghilang dari peredaran masyarakat. Diantaranya dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Memberi akses yang sama kepada seluruh masyarakat.

“Serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengoptimalkan pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam kita misalnya, pemerataan pembangunan dan juga termasuk dengan cara menciptakan peluang pekerjaan bagi masyarakat kita, daerah kita ini besar akan potensi jelas untuk melakukan hal itu semua kami kira tidaklah sulit,” timpalnya.

Dia menegaskan, dampak dari Kesenjangan Sosial ini sangat mempengaruhi perkembangan kemajuan suatu daerah, termasuk yang terjadi hingga saat ini di Kotim. Ditambah dampak-dampak negatif pasca Covid 19 beberapa tahun lalu membuat kaku roda perekonomian dan pembangunan.

“Tentunya hal itu bisa menimbulkan,meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan. Munculnya berbagai tindak kejahatan. Kesulitan mencari SDM yang handal dan berkualitas. Dan yang masyarakat dan pemerintah kita alami beberapa waktu lalu adalah target pasar menjadi tidak jelas, mau usaha apapun semuanya serba sulit,” tukasnya.(ft)

91cdc3a3-6e36-4d88-b210-3b389aad2b2d

kabarbor

Artikel Terkait